Jumat, 16 Desember 2011

RIWAYAT ANGKA NOL

A. Riwayat Angka NOL 

Al-Khawarizmi adalah orang yang pertama kali menemukan dan memperkenalkan angka NOL. Al-Khawarizmi yang bernama lengkap Abu Abdullah Muhammad Ibn Musa Al-Khawarizmi adalah seorang matematikawan muslim yang sering dikaitkan dengan tempat kelahirannya, Khawarizmi. Penulis sejarah matematikawan ternama, George Sarton mengungkapkan bahwa periode antara abad keempat sampai kelima sebagai ‘Zaman Al-Khawarizm’, karena ia adalah ahli matematika terbesar pada masanya. Al-Khawarizmi hidup sekitar abad ke-9 M. ia lahir di Khawarizm, Uzbekistan pada tahun 194 H / 780 M dan meninggal pada tahun 266 H / 850 M di Bagdad.
Di Barat, khususnya Eropa, ia lebih dikenal dengan nama Algoarismi. Nama ini pada abad pertengahan dipakai orang-orang Barat dalam arti aritmatika (ilmu hitung) dengan menggunakan angka Arab. Di Prancis, nama nya adalah Augrysm, sedang di Inggris adalah Augrym. Di Spanyol namanya sedikit berubah menjadi Alguarisme. Demikian setrusnya, sehingga Al-Khawarizmi menjadi sebuah monument dalam sejarah aljabar yang kini telah berkembang menjadi matematika. Dan yang penting diketahui bahwa Al-Khawarizi adalah seorang muslim pertama dalam ilmu hitung atau matematika.
Gasper Tejada, pernah menegaskan bahwa “Nol itu bukanlah sebuah tanda
melainkan suatu ruang kosong”. Ini merupakan ide yang didapatkan jauh lebih awal dalam “Mafatih al~Ulum” atau “Keys of the Science”. Angka NOL atau KOSONG, dalam bahasa arab disebut SIFR. Dengan angka ini kita dapat menghitung puluhan, ratusan, ribuan dst. Sebelum angka nol ditemukan orang islam, orang menggunakan “abacus sempoa” semacam daftar yang merupakan jadwal dimana ditunjukkan satuan, puluhan, ratusan dan seterusnya untuk menjaga agar setiap angka tidak saling tertukar dari tempat yang telah ditentukan dalam hitungan. Saying sekali abacus ini kurang popular dikalangan pemakai. Terbukti ketika Boethius dan Gerbert mencoba memperkenalkannya ke Barat pada sekitar abad ke 10-M. ternyata kurang mendapat perhatian. Orang malah meninggalkannya dan berganti memakai raqam al-binji penemuan Al-Khawarizmi. Orang islam membawa angka ini bersama angka nol, yang baru menggunakannya setelah kira-kira 250 tahun dipakai orang islam sendiri. Yang mungkin perlu ditelusuri lebih lanjut adalah mengenai angka nol yang hingga kini tetap terpakai dalam penulisan angka Arab.
 Sebuah karangan Al-Khawarizmi yang dianggap penting, juga telah disalin kedalam bahasa latin oleh Prince Boncompagni dengan judul “Trattati d’Arithmetica”. Buku tersebut membahas beberapa soal hitungan dan asal usul angka, serta sejarah angka-angka yang sekarang ini kita gunakan. Buku ini telah terbit di Roma pada tahun 1857 M.
 Bentuk angka-angka yang kurang penting untuk operasi-operasi digambarkan dalam “Liber Alghorismi”, namun operasi-operasi tersebut dilakukan dengan 9 atau 10 simbol-simbol yang secara tidak langsung menyatakan suatu pengetahuan tentang aturan-aturan yang diuraikan secara terperinci oleh Al-Khawarizmi. Di Spanyol cara ini telah dikenal sekitar abad ke-10 M., yang membuktikan adanya suatu cara penulisan bilangan dengan system posisional dengan dasar 10. Dalam hal bentuk angka-angka yang digunakan pada waktu itu, sementara masih dilacak terus.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar